POKDARWIS WAY KALAM
Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung

Jenis-Jenis Pariwisata dan Contohnya di Lampung Selatan

Lampung Selatan merupakan salah satu daerah di Provinsi Lampung yang memiliki potensi pariwisata cukup beragam. Letaknya yang berada di ujung selatan Pulau Sumatra dan berhadapan dengan kawasan Selat Sunda membuat Lampung Selatan memiliki banyak destinasi wisata, mulai dari wisata bahari, wisata alam, wisata budaya dan sejarah, wisata buatan, hingga desa wisata berbasis masyarakat.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, potensi wisata daerah ini mencakup objek wisata alam, bahari, dan buatan. Dokumen perencanaan daerah juga mengelompokkan destinasi wisata Lampung Selatan ke dalam wisata terpadu, budaya/sejarah, alam, dan bahari.

Berikut beberapa jenis-jenis pariwisata beserta contohnya di Lampung Selatan.

1. Wisata Bahari

Wisata bahari adalah jenis pariwisata yang memanfaatkan potensi laut, pantai, pulau, pesisir, serta aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan perairan.

Lampung Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi wisata bahari yang besar. Data pemerintah daerah mencatat banyak destinasi pantai yang tersebar di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Ketapang, Bakauheni, Sidomulyo, Katibung, dan wilayah lainnya.

Contoh wisata bahari di Lampung Selatan:

  • Pantai Minang Rua

  • Pantai Kunjir

  • Pantai Canti

  • Pantai Guci Batu Kapal

  • Pantai Setigi Heni

  • Pantai Sebalang

  • Pantai Marina

  • Pantai Pasir Putih

  • Pulau Sebesi

  • Pulau Sebuku

Salah satu kawasan yang menarik untuk dikembangkan sebagai wisata bahari adalah Desa Wisata Kelawi. Desa ini mengembangkan konsep Edu-Adventure Tourism Village yang memadukan wisata bahari, alam, budaya, edukasi, konservasi, dan wisata minat khusus. Salah satu daya tarik utamanya adalah Pantai Minang Rua.

Pantai Pasir Putih Lampung merupakan salah satu contoh destinasi pantai yang berada di wilayah Lampung Selatan.

2. Wisata Alam

Wisata alam merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan keindahan dan potensi lingkungan alam sebagai daya tarik utama.

Jenis wisata ini dapat berupa air terjun, gunung, bukit, pemandian alami, sumber air panas, panorama alam, hingga kawasan hutan.

Lampung Selatan memiliki potensi wisata alam yang cukup beragam. Data resmi pemerintah daerah mencatat objek berupa air terjun, pemandian air panas, gunung, pulau, dan panorama alam yang tersebar di berbagai kecamatan.

Contoh wisata alam di Lampung Selatan:

  • Air Terjun Way Kalam

  • Air Terjun Way Tayas

  • Way Tebing Ceppa

  • Way Belerang

  • Bukit Pematang Sunrise

  • Gunung Batu

  • Gunung Krakatau

  • Pemandian alami dan sumber air panas

Air Terjun Way Kalam menjadi salah satu contoh wisata alam di Lampung Selatan yang menawarkan suasana kawasan pedesaan dan keindahan air terjun.

Sementara itu, Pemandian Air Panas Way Belerang merupakan contoh wisata yang memanfaatkan potensi sumber air panas alami.

3. Wisata Budaya

Wisata budaya merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan kebudayaan masyarakat sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Daya tarik tersebut dapat berupa adat istiadat, kesenian tradisional, tarian, pakaian adat, kerajinan, kuliner tradisional, tradisi masyarakat, hingga kehidupan sosial masyarakat lokal.

Lampung Selatan memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Contohnya antara lain:

  • tradisi dan adat masyarakat Lampung;

  • kesenian tradisional;

  • Tari Selapanan;

  • kain tenun ikat Inuh;

  • tradisi masyarakat pesisir;

  • kuliner khas daerah;

  • kegiatan adat dan budaya masyarakat.

Dokumen RPJMD Kabupaten Lampung Selatan 2025–2029 mencatat sejumlah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), antara lain Tari Selapanan dan kain tenun ikat Inuh.

Wisata budaya menjadi semakin menarik apabila wisatawan tidak hanya melihat pertunjukan, tetapi juga dapat berinteraksi dan belajar langsung dari masyarakat lokal.

4. Wisata Sejarah

Wisata sejarah adalah kegiatan wisata yang memanfaatkan tempat, bangunan, peninggalan, tokoh, maupun peristiwa sejarah sebagai daya tarik wisata.

Lampung Selatan memiliki sejumlah tempat yang berkaitan dengan sejarah daerah dan perjuangan masyarakat Lampung.

Contoh wisata sejarah di Lampung Selatan:

  • Prasasti Palas Pasemah

  • Makam Pahlawan Nasional Raden Intan II

  • Benteng Cempaka

  • berbagai situs dan peninggalan sejarah lainnya.

Prasasti Palas Pasemah merupakan salah satu contoh daya tarik wisata sejarah yang dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai sejarah masa lampau.

Selain itu, Makam Pahlawan Nasional Raden Intan II & Benteng Cempaka berkaitan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Lampung.

Wisata sejarah memiliki keunggulan karena wisatawan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan dan pengalaman edukatif.

5. Wisata Edukasi

Wisata edukasi merupakan kegiatan wisata yang memberikan pengalaman belajar kepada wisatawan melalui aktivitas langsung di destinasi.

Konsep wisata edukasi dapat diterapkan pada berbagai tempat, seperti pertanian, perkebunan, konservasi lingkungan, budaya, sejarah, maupun pengelolaan sumber daya alam.

Contohnya di Lampung Selatan adalah kawasan Desa Wisata Kelawi, yang mengembangkan konsep Edu-Adventure Tourism Village. Wisatawan dapat menikmati wisata bahari sekaligus mendapatkan pengalaman edukasi konservasi dan pertanian. Salah satu atraksinya adalah Agrowisata Alpukat Sipit Kelawi.

Konsep seperti ini sangat potensial dikembangkan karena wisatawan saat ini tidak selalu mencari tempat untuk berfoto, tetapi juga mencari pengalaman baru dan pengetahuan.

6. Wisata Desa atau Desa Wisata

Desa wisata merupakan bentuk pengembangan pariwisata yang menjadikan kehidupan, potensi, budaya, alam, serta aktivitas masyarakat desa sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Jenis pariwisata ini memiliki keunggulan karena masyarakat lokal dapat terlibat secara langsung dalam pengelolaan dan memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan wisata.

Lampung Selatan memiliki sejumlah desa wisata dengan berbagai karakteristik.

Beberapa contohnya antara lain:

  • Desa Wisata Kelawi – wisata bahari, alam, budaya, edukasi, dan konservasi;

  • Desa Wisata Way Kalam – wisata air terjun;

  • Desa Wisata Suak – wisata pantai;

  • Desa Wisata Taman Baru – wisata alam Way Tebing Ceppa;

  • Desa Wisata Kecapi – wisata pemandian/sumber air belerang;

  • Desa Wisata Kunjir;

  • Desa Wisata Way Muli;

  • Desa Wisata Totoharjo; dan

  • beberapa desa wisata lainnya.

Desa Wisata Kelawi tercatat dalam platform resmi Jadesta sebagai destinasi berbasis masyarakat (Community Based Tourism) di Kecamatan Bakauheni.

7. Wisata Buatan

Wisata buatan merupakan jenis wisata yang daya tarik utamanya dibuat atau dikembangkan oleh manusia untuk tujuan rekreasi, hiburan, edukasi, maupun aktivitas wisata lainnya.

Tidak seperti wisata alam yang mengandalkan potensi alami, wisata buatan memanfaatkan fasilitas yang sengaja dibangun atau dikembangkan.

Contoh wisata buatan di Lampung Selatan:

  • Slanik Waterpark

  • Dayn Water Boom

  • Taman TPI BOM

  • Grand Elty

  • Negeri Baru Resort

  • Menara Siger

Data Open Data Kabupaten Lampung Selatan tahun 2026 mencatat sejumlah objek wisata buatan tersebut, termasuk Dayn Water Boom, Taman TPI BOM, Grand Elty, Negeri Baru Resort, dan Menara Siger.

Menara Siger juga menjadi salah satu ikon yang sangat dikenal di kawasan Bakauheni.

8. Wisata Petualangan atau Minat Khusus

Wisata petualangan atau wisata minat khusus merupakan kegiatan wisata yang biasanya membutuhkan aktivitas tertentu, tantangan, keterampilan, atau ketertarikan khusus.

Jenis wisata ini dapat berupa:

  • hiking;

  • trekking;

  • camping;

  • panjat tebing;

  • paragliding;

  • eksplorasi alam;

  • susur kawasan;

  • aktivitas bahari; dan

  • kegiatan petualangan lainnya.

Salah satu contoh yang menarik terdapat di Desa Wisata Kelawi, yaitu Bukit Paragliding Batu Alif yang menawarkan panorama Selat Sunda dan Gunung Krakatau.

Jenis wisata seperti ini memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan muda dan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

9. Ekowisata

Ekowisata adalah kegiatan wisata yang menekankan pengalaman terhadap alam sekaligus memperhatikan aspek konservasi dan manfaat bagi masyarakat lokal.

Ekowisata sangat cocok dikembangkan di daerah yang memiliki hutan, pesisir, mangrove, air terjun, pegunungan, dan ekosistem alami lainnya.

Contoh yang dapat ditemukan di Lampung Selatan adalah pengembangan Hutan Alas Tuha Kayutabu di Desa Wisata Kelawi sebagai kawasan ekowisata dan edukasi konservasi.

Konsep ekowisata penting karena pengembangan destinasi tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

10. Wisata Terpadu

Wisata terpadu merupakan konsep yang menggabungkan beberapa jenis daya tarik dan fasilitas wisata dalam satu kawasan atau rangkaian pengalaman wisata.

Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi yang dapat dikategorikan sebagai wisata terpadu karena menggabungkan rekreasi, akomodasi, kuliner, fasilitas, maupun daya tarik alam.

Beberapa contoh yang tercatat dalam data pemerintah daerah antara lain:

  • Grand Elty

  • Negeri Baru Resort

  • Krakatau Kahai Beach

  • Slanik Waterpark

  • Wisma Belerang

  • Tabek Indah

Dokumen perencanaan Kabupaten Lampung Selatan mencatat wisata terpadu sebagai salah satu kelompok objek wisata daerah.


Tabel Jenis-Jenis Pariwisata di Lampung Selatan

Jenis PariwisataContoh di Lampung SelatanDaya Tarik Utama
Wisata BahariPantai Minang Rua, Pantai Kunjir, Pantai CantiPantai, laut, pesisir
Wisata AlamAir Terjun Way Kalam, Way TayasAir terjun, panorama alam
Wisata BudayaTari Selapanan, Tenun InuhTradisi dan budaya
Wisata SejarahPrasasti Palas Pasemah, Makam Raden Intan IISejarah dan peninggalan
Wisata EdukasiAgrowisata Alpukat Sipit KelawiBelajar dan pengalaman
Desa WisataKelawi, Way Kalam, Suak, KunjirKehidupan dan potensi desa
Wisata BuatanSlanik Waterpark, Dayn Water BoomRekreasi dan fasilitas buatan
Wisata PetualanganBukit Paragliding Batu AlifPetualangan dan aktivitas
EkowisataHutan Alas Tuha KayutabuAlam dan konservasi
Wisata TerpaduGrand Elty, Krakatau Kahai BeachRekreasi dan fasilitas wisata

Kesimpulan

Dari berbagai jenis tersebut, dapat dilihat bahwa pariwisata Lampung Selatan tidak hanya mengandalkan wisata pantai. Kabupaten ini memiliki potensi yang jauh lebih beragam, mulai dari wisata alam, bahari, budaya, sejarah, edukasi, desa wisata, wisata buatan, petualangan, hingga ekowisata.

Keragaman tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan destinasi wisata di Lampung Selatan.

Bahkan, data Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan bahwa terdapat 92 objek wisata dan jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 236.173 orang pada 2020 menjadi 1.510.813 orang pada 2024. Data tersebut menunjukkan besarnya potensi pariwisata Lampung Selatan sekaligus peluang pengembangan ekonomi lokal melalui sektor wisata.

Dengan pengelolaan yang baik, keterlibatan masyarakat, promosi digital, serta perhatian terhadap kelestarian lingkungan dan budaya, berbagai jenis pariwisata tersebut dapat menjadi kekuatan utama Lampung Selatan sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Lampung.

Share on Google Plus

About Deswita.Waykalam

Terimakasih atas kunjunganya diblog kami, bila ada pertanyaan seputar Deswita Way Kalam silahkan Hub kami di wa.me/6282279292579. Mari kita bersama-sama memajukan Kepariwisataan Lampung Selatan melalui Media Sosial - Salam Pesona Indonesia
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar